My Island
Aditya Wibisono IX-3,Maria JHS
Welcome to My Blog
Kamis, 06 Desember 2012
Perkembangan Android Sejarah Android Dari Masa ke Masa
Sejarah Android
Dari Masa ke Masa
Android merupakan sistem
operasi berbasis linux yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang
untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri. Pada awalnya perkembangan android di Indonesia ini kurang diminati karena
kebanyakan android menggunakan input touchscreen yang kurang populer di
Indonesia. Android juga membutuhkan koneksi internet yang sangat
cepat untuk memaksimalkan kegunaannya padahal Internet dari Operator selular Indonesia
kurang dapat diandalkan. Selain itu,
adanya anggapan bahwa Android sulit untuk dioperasikan
/ dipakai bila dibandingkan dengan handphone
lain.
Namun pada kenyataanya,
saat ini perkembangan Android di Indonesia telah berkembang dengan sangat pesat.
Hal ini dikarenakan Android memiliki
berbagai kelebihan, salah satunya ialah Android market. Android market adalah sebuah pasar digital yang berisi ribuan program/software baik yang
gratis maupun berbayar. Mulai dari program untuk edukasi, hiburan, books &
reference, lifestyle, sosial, produktivitas, dan lainnya dapat ditemukan di
Android market. Android tidak terikat ke satu merek
Handphone saja, beberapa vendor terkenal yang sudah memakai Android.
Sejarah
Android
Nama Android
muncul pertama kali oleh seorang penulis asal perancis yang bernama Mathias
Viliers de L'Isle-Adam (1838 - 1898) dalam bukunya yang berjudul Tomorrow's Eve. Pada buku tersebut
mengisahkan tentang sosok robot artifisial dengan bentuk layaknya manusia biasa
yang diberi nama Hadaly. Kemudian pada
tahun berikutnya sosok Andorid mulai diperkenalkan pada film Star Wars, yakni robot C-3PO. Film seri Star Trek pun kemudian menggunakan sosok Android sebagai salah satu tokoh yang berupa data. Dari situ
kemudian nama Android mulai makin
dikenal sebagai sosok robot / data canggih dan pintar.
Dalam perkembangan jamannya, manusia kemudian
berhasil menciptakan beberapa Android
yang dapat berfungsi dengan baik. Seperti Android
EveR-1 yang dibuat oleh the Korea Institute for Industrial
Technology, sebuah gynoid
interpersonal communication model yang dapat meniru ekspresi wajah manusia
dan melakukan percakapan sederhana karena memiliki lebih dari 400 vocabulary.
Dalam
telepon seluler sendiri, Android kemudian diciptakan sebagai perangkat lunak yang berupa sistem operasi berbasis Linux yang ditanamkan pada Smartphone.
Melalui Android Inc. yang merupakan
sebuah perusahaan software kecil yang didirikan pada bulan Oktober 2003 di Palo
Alto, California, Amerika Serikat ini Android
mulai terus dikembangkan. Perusahaan ini didirikan oleh beberapa senior di
beberapa perusahaan yang berbasis IT & Communication yakni Andy Rubin, Rich
Miner, Nick Sears dan Chris White. menurut Rubin, Android Inc. tujuan Andorid didirikan untuk mewujudkan mobile
device yang lebih peka terhadap lokasi dan preferensi pemilik. Dengan kata
lain, Android Inc. berusaha
mewujudkan mobile device yang lebih mengerti pemilikinya.
Selain itu, hal lain yang menarik dari Android pada smartphone ini adalah Android
memberikan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi
mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak ataupun untuk telepon
seluler. Keunggulan tersebut yaitu
dengan cara memakai basis kode komputer yang kemudian dapat didistribusikan
secara terbuka (open source) sehingga pengguna dapat
menciptakan atau menggunakan aplikasi baru di dalamnya.
Berikut adalah model-model Android
berdasarkan pengembangannya:
1.
Android versi 1.0 (22 Okober 2008)
Pada saat
itu melalui
kerjasama Google, Open Handset Alliance ARM
Holdings, dan Atheros Communications menciptakan HTC Dream, smart phone mobile yang
dirilis perdana dengan sistem operasi Android. Dikarenakan ponsel ini
merupakan bentuk perdana, fitur-fitur yang disediakan masih sangat sederhana,
seperti integrasi pada Google services dan Open Handset Distribution (OHD).
2. Android versi 1.1 (9 Maret 2009)
Pada pengembangan selanjutnya Google merilis Android versi 1.1. Android ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian saura), pengiriman pesan dengan Gmail dan pemberitahuan email. Setelah pengembangan Android versi 1.1, Android mengembangkan versi berikutnya dengan mulai menggunakan “code name”. Code name diberikan sesuai urutan abjad dengan penamaan makanan/minuman ringan dan pembuka.
3. Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada
pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Dalam Cupcake terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan
beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton
video dengan modus kamera, mengunggah video pada Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar,
dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
Andorid
versi Cupcake ini seharusnya menjadi
versi 1.2, namun Google Inc. memutuskan
merubahnya menjadi versi 1.5 dan code name
dimulai dari versi ini.
4. Android versi 1.6 (Donut)
Versi
Donut dirilis pada September 2009 dengan
menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan
baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna
untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang
dintegrasikan; CDMA/ EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to
change speech (tidak tersedia pada semua ponsel) pengadaan resolusi VWGA.
5. Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada
Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android
dengan versi 2.0/2.1 (Eclair),
perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google
Maps 3.1.2, perubahan UI dengan
browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash
untuk kamera 3,2 MP, digital zoom,
dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan
mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik, kompetisi ini berhadiah $25,000
bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap
yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
6. Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada
20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan.
Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain
dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat,
intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google
Chrome dengan mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
7. Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada
6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan.
Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android
versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy
paste, layar antar muka (User
Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone
virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication NFC),
dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.
8. Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb mulai dirancang
khusus untuk tablet. Android versi
ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain
untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi
perangkat keras (hardware) untuk
grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom.Tablet Honeycomb
pertama yang hadir di Indonesia adalah Eee Pad Transformer yang produksi dari Asus pada Mei 2011.
9. Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)
Diumumkan
pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb
untuk smartphone dan menambahkan
fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data
pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat
tambahan fotografi, mencari email secara offline,
dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.
Pada pengembangan-pengembangan versi
tersebut, secara singkat dapat dirangkum beberapa keunggulan fitur Andoid pada smartphone, diantaranya:
- Kerangka aplikasi, yang memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
- Dalvik mesin virtual, yang merupakan mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
- Grafik di 2D dan grafis 3D, yang berdasarkan pustaka OpenGL.
- SQLite, yang digunakan untuk penyimpanan data.
- Pendukung media yang berupa audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
- GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
- Kamera, yang kemudian dalam pengembangannya terdapat 2 model kamera dalam satu ponsel
- Global Positioning System (GPS), kompas, dan accelerometer (tergantung hardware)
- Multitasking
- TouchScreen
- Kemudahan dalam Notifikasi, pemberitahuan akan muncul setiap menerima SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader.
Selain pada keunggulan-keunggulan dasar tersebut, Android juga memiliki beberapa
keunggulan besar lainnya, diantaranya:
1.
Lebih banyak Model
Google telah menjalin kerjasama dengan berbagai vendor hardware
ternama seperti Samsung, HTC, Motorola, Sony
Ericsson dan lain-lain, karena kerjasama inilah masyarakat dapat dengan
leluasa memilih model dari berbagai vendor.
lewat Google Android App Market terdapat
ribuan aplikasi danpermainan yang dapat diunduh pada ponsel Android.
3.
Bisa menginstal ROM yang dimodifikasi
jika tidak puas dengan tampilan
standar Android, maka ada banyak costum ROM yang bisa digunakan pada
ponsel Android.
4.
Widget
User bisa dengan mudah mengakses
berbagai setting tampilan pada Home Screen dengan cepat dan mudah
sesuai dengan keinginan.
5.
Dukungan perusahaan besar
Memang ini tidak menggaransi secara
pasti, tetapi produk yang telah dikeluarkan oleh brand ternama seperti Google bekerjasama
dengan berbagai perusahaan bersar tentunya memberikan kepercayaan yang lebih di
masyarakat dibanding dengan brand baru yang telah ada.
Walaupun Android menjanjikan
fitur-fitur canggih dan menarik yang akan selalu berkembang, ada beberapa hal
yang harus diperhatikan ketika menggunakan Android,
diantaranya:
- Koneksi Internet yang terus menerus, dikarenakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang simultan (terus menerus aktif). Artinya user harus berlangganan paket GPRS sesuai dengan kebutuhan.
- Iklan yang selalu tampil, aplikasi di Android memang mudah diperoleh dan gratis. konsekuensinya adalah dari setiap Aplikasi tersebut akan selalu muncul iklan yang terpampang.
- Potensi program malware, dengan adanya platform aplikasi yang bebas diciptakan dan diunduh, tidak menutup kemungkinan terdapat program berbahaya yang dapat mengganggu bahkan merusak sistem komputer, seperti virus, rootkit, spyware, adware, crimeware atau program berbahaya lainnya.
- Ancaman lisensi, karena latar belakang Android menggunakan teknologi java, Google telah diancam melanggar hak paten dari Oracle (perusahaan yang sekarang memiliki lisensi Java). Karena telah membuat virtual machine baru yang dasarnya dari teknologi Java. Bukan tidak mungkin ini menjadi salah satu hambatan ke depan dalam pengembangan Android.
Jumat, 30 November 2012
Komponen Komponen yg diperlukan untuk membuat sepeda fixie
Sepeda ini awalnya di kenal di Amerika Serikat sebagai mesengger bike. Selain untuk balap sepeda dalam lintasan, dulu sepeda ini hanya digunakan oleh kurir, tukang pos atau pengantar koran bisa dengan mudahnya meluncur di tengah kota tanpa banyak hambatan. Soalnya, pedal sepeda ini bakal terus berputar seirama dengan roda belakang.
Warna-warni sepeda fixie memang menjadi salah satu daya tarik utama. Tapi,sebenarnya bukan itu saja keunikan dari sepeda ini. Sepeda Minimalis ini nggak punya berbagai kanel yang untuk mengatur tali rem dan tali gigi. Maklum, sepeda fixie nggak punya rem dan hanya punya yang sudah disetel atau fixied. Nah, dari sinilah kemudian nama "fixie" berasal. Serunya Lagi, Sepeda fixie juga sangat ringan. Dengan berat kurang lebih 11kg, kita bisa dengan gampang menenteng sepeda ini.
Sepeda Fixie identik dengan sepeda tanpa rem, tanpa gear dinamis belakang. Semua dibuat fix, roda berputar maka pedal ikut berputar. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan.
Ban sepeda Fixie juga tipis, sehingga ringan ketika di genjot. dan yang lain menarik pada bagian stang. Dimana stang atau handlebar sepeda Fixie dibuat dengan tegak lurus. Minimalis disain menjadi ciri sepeda single speda ini.
Sekarang, kepopuleran fixie sudah mendunia. Walaupun di beberapa negara sepeda ini dilarang karena di anggap berbahaya karena bersepeda tanpa rem, komunitas fixie terus berkembang. Karena ini jugalah, sepeda fixie terkadang di anggap sebagai simbol pemberontakan dan anti kemapaman.
Sepeda fixie termahal di dunia adalah sepeda fixie Arumania Gold Bike Crystal Editions. Dengan harga £67500.00 atau sekitar 1 milyar rupiah, sepeda yang hanya dibuat sebanyak 50buah ini dilapisi emas 24 karat dan 600 kristal swarovski
KOMPONEN-KOMPONEN FIXIE :
Sejarah Timnas Indonesia
Tim nasional sepak bola Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Pencetak gol terbanyak | Soetjipto Soentoro (57) | ||
|---|---|---|---|
| Kode FIFA | IDN | ||
| Peringkat FIFA | 165 ▲ 5 | ||
| Peringkat FIFA tertinggi | 76 (September 1998) | ||
| Peringkat FIFA terendah | 170 (Oktober 2012) | ||
| Peringkat Elo | 143 | ||
| Peringkat Elo tertinggi | 35 (November 1969) | ||
| Peringkat Elo terendah | 155 (4 Desember 1995) | ||
|
|
|||
| Pertandingan internasional pertama | |||
(Batavia, Hindia Belanda; 28 Maret 1921)[1] (New Delhi, India; 4 Maret 1951)[2] |
|||
| Kemenangan terbesar | |||
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002) (Seoul, Korea Selatan; 22 September 1972) (Kuala Lumpur, Malaysia; 18 Agustus 1968) |
|||
| Kekalahan terbesar | |||
(Riffa, Bahrain, 29 Februari 2012) |
|||
| Piala Dunia | |||
| Penampilan | 1 (pertama kali pada 1938) | ||
| Hasil terbaik | Babak 1 (1938, sebagai Hindia-Belanda) | ||
| Piala Asia | |||
| Penampilan | 4 (pertama kali pada 1996) | ||
| Hasil terbaik | Babak 1 (1996, 2000, 2004, 2007) | ||
Daftar isi |
Sejarah
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik seseorang yang berketurunan Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia milik bumiputra. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belanda menaruh hormat kepada PSSI lantaran SIVB yang memakai bintang-bintang dari NIVB kalah dengan skor 2-1 melawan VIJ.NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin Sosrosoegondo, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. [3]
Piala Dunia FIFA
Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.Pertandingan melawan Hongaria
Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".[4]
Setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama Piala Dunia FIFA, dengan hasil paling memuaskan adalah Sub Grup III Kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.
Era 1950
Setelah era Perang Dunia kedua, pada tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan mereka pada tanggal 17 Agustus 1945.Setelah itu, sepak bola Indonesia mengalami kemajuan di Asia. Mereka berhasil lolos ke Olimpiade Melbourne 1956. Indonesia berhasil melaju ke perempat final dan bertemu dengan raksasa dunia ketika itu, Uni Soviet yang ketika itu dikapteni oleh kiper terbaik dunia ketika itu, Lev Yashin. Ketika itu mereka berhasil menahan Uni Soviet 0-0. Namun pada akhirnya Indonesia harus kalah dengan skor 4-0 pada pertandingan kedua. Prestasi ini adalah prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah sepak bola di Indonesia.
Pada tahun 1958, Indonesia juga merasakan hasil terbaik di Kualifikasi Piala Dunia 1958 dimana Indonesia berhasil mengalahkan China pada ronde pertama. Namun mereka menolak untuk bertanding melawan Israel pada ronde kedua dikarenakan alasan politis. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah ikut dalam kualifikasi piala dunia hingga tahun 1970.
Uniknya, setelah bertanding di kualifikasi piala dunia, Indonesia berhasil meraih medali perunggu di Asian Games 1958 setelah pada perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan India 4-1.
Era 1960-1970
Pada era ini, lahirlah pesepak bola Indonesia yang terkenal di Asia antara lain Soetjipto Soentoro, Max Timisela, Jacob Sihasale, Kadir, Iswadi Idris, Andjiek Ali Nurdin, Yudo Hadianto, dll. Diantara mereka yang paling fenomenal adalah Soetjipto Soentoro. Ia adalah pemain tersukses di Indonesia dengan membawa Indonesia menjadi raja sepak bola Asia.Ketika itu Indonesia berhasil menjuarai berbagai turnamen yaitu Turnamen Merdeka 1961, 1962, 1969, Piala Emas Agha Khan 1966, dan Piala Raja 1968. Indonesia juga berhasil meraih medali perak dalam Asian Games 1966.
Bahkan pemain Indonesia ada yang dipanggil AFC untuk menjadi bagian dari skuat Asia All Stars pada tahun 1967-1968. Mereka adalah Soetjipto Soentoro yang bertindak sebagai Penyerang Bayangan sekaligus sebagai kapten, Jacob Sihasale sebagai penyerang tengah, Iswadi Idris bertindak sebagai penyerang sayap kanan, dan Kadir sebagai penyerang sayap kiri. Ketika itu, mereka adalah kuartet tercepat yang pernah dimiliki Indonesia.
Era 1970-1990an
Era ini merupakan era dimana sepak bola Indonesia masih menjadi negara terkuat di Asia. Indonesia berhasil menjuarai Piala Pesta Sukan 1972 di Singapura untuk terakhir kali. Namun Indonesia sempat berjaya ketika mereka berhasil mengalahkan tim asal Amerika Latin, Uruguay.Ketika itu Indonesia berhasil mengalahkan Uruguay dengan skor 2-1. Beruntung ketika itu, Indonesia memiliki pemain yang bertalenta yang sangat mumpuni seperti Ronny Paslah, Sutan Harhara, Ronny Pattinasarany, Risdianto, Andi Lala, Anjas Asmara, Waskito dan pemain bekas angkatan Soetjipto Soentoro.
Setelah itu sepak bola Indonesia berangsur mengalami penurunan. Terakhir mereka menjuarai SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Di kualifikasi Piala Dunia, prestasi terbaik hanya diraih ketika Indonesia berhasil lolos ke putaran final. Namun harus kandas di tangan Korea Selatan dengan agregat 1-6.
Di Asian Games, Indonesia berhasil meraih medali perunggu setelah menembus semifinal tetapi kalah dari Kuwait pada partai perebutan tempat ketiga. Pemain pada masa itu yang terkenal adalah Ricky Yakobi. Tendangannya volinya yang mengejutkan lawan ketika Indonesia melawan Uni Emirat Arab dengan jarak yang cukup jauh di luar kotak penalty.
Piala Asia
Di kancah Piala Asia Indonesia pertama kali tampil di putaran final pada tahun 1996 di Uni Emirat Arab (UAE). Indonesia berhasil membuat kejutan di pertandingan pertama dengan berhasil menahan imbang Kuwait 2-2, tetapi akhirnya tersingkir di penyisihan grup setelah kalah 2-4 dari Korea Selatan dan kalah 0-2 dari tuan rumah UAE. Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.Piala AFF
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua pada tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.Kostum
Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, tim nasional hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games 1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Piala Raja 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.
Dan pada kostum Timnas Indonesia terakhir yang dibuat Nike pada 2010 untuk Piala Suzuki AFF 2010, motif baru kembali diperkenalkan. Pada kostum ini, terdapat Burung Garuda besar yang membentang hampir di seluruh bagian depan kostum yang tidak berwarna tetapi memiliki garis-garis yang memiliki warna hitam cenderung abu-abu. Sementara pada kostum kedua yang berwarna Putih-Hijau, terdapat motif yang sama, tetapi garis-garis pada burung Garuda berwarna abu-abu muda.
Rekor turnamen
Rekor penampilan di Piala Dunia FIFA
Rekor penampilan di Piala Asia AFC
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rekor penampilan di Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Kompetisi ini dulu dikenal sebagai Tiger Cup
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Baru dipanggil
Berikut merupakan para pemain yang juga dipanggil ke dalam skuat Indonesia dalam dua belas bulan terakhir dan masih dapat berpartisipasi untuk seleksi.| Pos. | Pemain | Tanggal lahir (Umur) | Penampilan | Gol | Klub | Panggilan Terakhir | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| GK | Syamsidar | 15 Juli 1982 (umur 30) | 4 | 0 | Unattached | v |
||
| GK | Markus Haris Maulana | 14 Maret 1981 (umur 31) | 38 | 0 | v |
|||
| GK | Jandia Eka Putra | 14 Juli 1987 (umur 25) | 0 | 0 | Piala Internasional Palestina 2012 | |||
| GK | Andi Muhammad Guntur | 31 Oktober 1990 (umur 22) | 1 | 0 | v |
|||
| DF | Hengky Ardiles | 20 Mei 1981 (umur 31) | 5 | 0 | v |
|||
| DF | Diego Michiels | 8 Agustus 1990 (umur 22) | 2 | 0 | v |
|||
| DF | Rusdiansyah | 14 Agustus 1985 (umur 27) | 0 | 0 | v |
|||
| DF | Satrio Syam | 1 Oktober 1986 (umur 26) | 1 | 0 | v |
|||
| DF | Abdul Rahman | 14 Mei 1988 (umur 24) | 1 | 0 | v |
|||
| DF | Gunawan Dwi Cahyo | 20 April 1989 (umur 23) | 1 | 0 | v |
|||
| DF | Rasul Zainuddin | 10 Desember 1990 (umur 21) | 0 | 0 | v |
|||
| DF | Sigit Meiko Susanto | 25 Mei 1990 (umur 22) | 0 | 0 | v |
|||
| MF | Arthur Irawan | 3 Maret 1993 (umur 19) | 0 | 0 | v |
|||
| MF | Hendra Bayauw | 23 Maret 1993 (umur 19) | 5 | 2 | v |
|||
| MF | Jajang Paliama | 6 Juni 1984 (umur 28) | 3 | 0 | v |
|||
| MF | Lucky Wahyu | 1 April 1990 (umur 22) | 1 | 0 | v |
|||
| MF | Rusdi Malawat | 20 September 1988 (umur 24) | 1 | 0 | v |
|||
| MF | Slamet Nurcahyo | 11 Juli 1983 (umur 29) | 2 | 0 | Piala Internasional Palestina 2012 | |||
| MF | Abdul Musawir | 18 Mei 1984 (umur 28) | 0 | 0 | Piala Internasional Palestina 2012 | |||
| MF | Kim Jeffrey Kurniawan | 23 Maret 1990 (umur 22) | 0 | 0 | Piala Internasional Palestina 2012 | |||
| MF | Aditya Putra Dewa | 11 Juni 1990 (umur 22) | 1 | 0 | v |
|||
| MF | Rendy Irawan | 26 April 1987 (umur 25) | 1 | 0 | v |
|||
| MF | Ricky Ohorella | 31 Desember 1990 (umur 21) | 1 | 0 | v |
|||
| MF | Abdul Abanda Rahman | 20 Februari 1990 (umur 22) | 0 | 0 | v |
|||
| FW | M. Nur Iskandar | 7 Desember 1986 (umur 25) | 4 | 0 | v |
|||
| FW | Titus Bonai | 4 Maret 1989 (umur 23) | 4 | 0 | v |
|||
| FW | Yosua Pahabol | 7 November 1993 (umur 19) | 0 | 0 | v |
|||
| FW | Patrich Wanggai | 27 Juni 1988 (umur 24) | 1 | 1 | v |
|||
| FW | Ferdinand Sinaga | 18 September 1988 (umur 24) | 4 | 0 | v |
|||
Daftar Pemain Dalam Proses Naturalisasi
| [tampilkan]Nama | Tanggal Lahir (Umur) | Klub | Penampilan (Gol)2 |
|---|
Pemain Terkenal
- Abdul Kadir
- Achmad Nawir
- Ahmad Bustomi
- Aji Santoso
- Anang Ma'ruf
- Andik Vermansyah
- Anjas Asmara
- Ansyari Lubis
- Arif Suyono
- Atep
- Alexander Pulalo
- Bambang Nurdiansyah
- Bambang Pamungkas
- Bima Sakti Tukiman
- Boaz Salossa
- Budi Sudarsono
- Charis Yulianto
- Christian Gonzales
- Cris Yarangga
- Eduard Ivakdalam
- Elie Eboy
- Eka Ramdani
- Ferdinand Sinaga
- Firman Utina
- Firmansyah
- Fachry Husaini
- Greg Nwokolo
- Hendro Kartiko
- Herry Kiswanto
- Hermansyah
- Hamka Hamzah
- Irfan Bachdim
- Ismed Sofyan
- Iswadi Idris
- Ilham Jaya Kesuma
- Javier Van Dana
- Jendri Pitoy
- Johannes Auri
- Kurnia Sandy
- Kurnia Meiga Hermansyah
- Kurniawan Dwi Yulianto
- Lasdi Arman
- Lukman Santoso
- Maman Abdurrahman
- Marzuki Nyakmad
- Max Timisela
- Muhammad Ilham
- M. Mardhi Nugroho
- Muhammad Nasuha
- Muhammad Ridwan
- Mulyadi
- Nasrul Koto
- Oktovianus Maniani
- Ortizan Solossa
- Oyong Liza
- Patrich Wanggai
- Ponaryo Astaman
- Ponirin Mekka
- Ramang
- Ricardo Salampessy
- Ricky Yacob
- Risdianto
- Robby Darwis
- Rocky Putiray
- Roni Wabia
- Ronny Pattinasarani
- Ronny Paslah
- Rully Nere
- Sain Irmis
- Sergio van Dijk
- Singgih Pitono
- Soetjipto Soentoro
- Stefano Lilipaly
- Sugiantoro
- Suhatman Imam
- Sutan Anwar
- Syamsul Bachri Chaeruddin
- Syamsir Alam
- Tan Liong Houw
- Titus Bonai
- Victor Igbonefo
- Widodo Cahyono Putro
- Yacob Sihasale
- Yericho Christiantoko
- Yeyen Tumena
- Zaenal Arief
- Zulkarnaen Lubis
Penampilan Terbanyak
| # | Pemain | Karier | Penampilan | Gol |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Bambang Pamungkas | 1999–sekarang | 78 | 38 |
| 2 | Soetjipto Soentoro | 1965-1970 | 68 | 57 |
| 3 | Ponaryo Astaman | 2003–2010 | 61 | 2 |
| 4 | Kurniawan Dwi Yulianto | 1995–2005 | 60 | 31 |
| = | Hendro Kartiko | 1996–2011 | 57 | 0 |
| 6 | Bima Sakti | 1995–2001 | 56 | 11 |
| 7 | Widodo C Putro | 1991–1999 | 55 | 15 |
| 8 | Robby Darwis | 1987–1997 | 53 | 6 |
| = | Ismed Sofyan | 2000-2009 | 53 | 3 |
| = | Agung Setyabudi | 1993–2004 | 53 | 1 |
Pencetak gol terbanyak
| # | Nama | Karier | Gol (penampilan) | Rata/Pertandingan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Soetjipto Soentoro | 1965–1970 | 57 (68) | 0.49 |
| 2 | Bambang Pamungkas | 1999–sekarang | 36 (77) | 0.47 |
| 3 | Kurniawan Dwi Yulianto | 1995–2005 | 31 (60) | 0.52 |
| 4 | Rocky Putiray | 1991–2004 | 17 (41) | 0.41 |
| 5 | Budi Sudarsono | 2001–2009 | 16 (46) | 0.35 |
| 6 | Widodo C. Putro | 1991–1999 | 15 (55) | 0.27 |
| 7 | Fachry Husaini | 1988–1997 | 13 (42) | 0.31 |
| = | Uston Nawawi | 1997–2004 | 13 (43) | 0.30 |
| = | Ilham Jayakesuma | 2004–2007 | 13 (18) | 0.72 |
| 10 | Zaenal Arif | 2002–2007 | 12 (22) | 0.55 |
| 11 | Bima Sakti | 1995–2001 | 11 (56) | 0.2 |
Kapten
| Pemain | Periode |
|---|---|
| Soetjipto Soentoro | 1965-1970 |
| Iswadi Idris | 1970-1971 |
| Anwar Ujang | 1971-1974 |
| Iswadi Idris | 1974-1980 |
| Ronny Pattinasarany | 1980-1985 |
| Herry Kiswanto | 1985–1987 |
| Ricky Yacobi | 1987–1990 |
| Ferril Raymond Hattu | 1991–1992 |
| Robby Darwis | 1993–1995 |
| Sudirman | 1996 |
| Robby Darwis | 1997 |
| Aji Santoso | 1998–2000 |
| Bima Sakti | 2001 |
| Agung Setyabudi | 2002-2004 |
| Ponaryo Astaman | 2004-2008 |
| Charis Yulianto | 2008–2010 |
| Firman Utina | 2010–2011 |
| Bambang Pamungkas | 2011–2012 |
| Syamsidar | 2012 |
| Elie Aiboy | 2012-sekarang |
Rekor Turnamen
- Partisipasi Terbanyak di Piala Asia: Hendro Kartiko (1996, 2000, 2004), Ismed Sofyan & Bambang Pamungkas (2000, 2004, 2007)
- Penampilan Terbanyak di Piala Asia: Hendro Kartiko (8)
- Partisipasi Terbanyak di Piala AFF: Hendro Kartiko (1998, 2000, 2002, 2004, 2007)
- Penampilan Terbanyak di Piala AFF: Kurniawan Dwi Julianto, Hendro Kartiko, Bambang Pamungkas (21)
- Gol Terbanyak di Piala AFF: Kurniawan Dwi Julianto (13)
Langganan:
Komentar (Atom)






















